Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Perusahaan
"When you find yourself on the side of the majority, it's time to PAUSE and reflect." (Mark Twain)
Di dalam seminar motivasi, pasti orang rata-rata alias mayoritas enggan belajar. Sebut saja, malas belajar. Kita hendaknya melakukan yang sebaliknya. Belajar. Berguru. Bermurid.
Jadilah guru dan jadilah murid. Ibaratnya, kita punya orangtua, tapi juga punya anak. Itu sangat menyenangkan. Bisa mengajar dan juga bisa belajar.
Catat ya. Orang yang belajar itu open-minded, awet muda, tidak mudah pikun.
Termasuk, kegiatan menulis. Ketika anda berhasil menangkap seekor kijang, maka ikatlah. Jika tidak, sia-sialah keletihan dan pengorbanan Anda. Menulis itu mengikat ilmu.
Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Tampilkan postingan dengan label Seminar Motivasi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seminar Motivasi Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Rabu, 31 Agustus 2016
Seminar Motivasi Korporat, Seminar Motivasi Kantoran, Seminar Motivasi Perusahaan
Selasa, 16 Agustus 2016
Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar motivasi Kerja, Seminar Motivasi Karyawan
Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar motivasi Kerja, Seminar Motivasi Karyawan
Hanya sedikit orang yang menyukai hari Senin.
Terutama karyawan. Hehehe.
Maka, inilah seruan saya pagi ini:
“Ayo kerja! Jangan manja!”
“Ayo kerja keras! Jangan malas!”
Memang Hanya, ular dan burung saja dijamin rezekinya. Apalagi manusia. Apalagi orang beriman. Apalagi orang beramal. Namun itu semua bukanlah alasan bagi kita untuk bermalas-malasan. Tetaplah bekerja keras.
Kemarin di seminar ‘Rezeki Tak Disangka-Sangka’ saya bersama Nasrullah (pelopor property syariah), Shamsi Ali (imam dari New York), dan Peggy Melati (inspirator hijrah) berbagi ilmu serta pengalaman. Sayang sekali mereka yang tidak ikutan seminar ini. Di tengah acara, hadir juga Sandiaga Uno (orang terkaya urutan ke-47) dan Muhammad Assad (penulis Notes from Qatar).
Kami bicara soal banyak hal, mulai dari positive energy, attitude ketika dipecat, attitude ketika krisis, merintis bisnis, sampai dakwah di 20-an negara. Satu poin yang kami sadari bersama, tak mudah mengelola bisnis dan mengelola orang. Sandiaga Uno kemudian berkisah tentang pengalamannya mengelola 50.000 karyawan di bisnisnya sendiri.
Saat pemerintah menyerukan, “Kerja, kerja, kerja,” saya tambahkan dengan seruan, “Positif, positif, positif.” Kenapa? Begini. Ketika hati berada di zona yang positif (good mood), itu akan lebih mudah menarik rezeki yang tidak disangka-sangka. Pekerjaan seperti dimudahkan. Atasan dan bawahan tidak sesulit yang dibayangkan. Urusan-urusan kelar lebih cepat daripada yang diperkirakan. Anda pernah mengalaminya?
Dan masih banyak lagi tips-tips lain terkait rezeki yang tidak disangka-sangka. Kapan-kapan kita bahas. Shamsi Ali juga berkisah tentang pengalamannya, yang dulu cuma anak kampung di Sulawesi Selatan, tahu-tahu sekarang menjadi imam di ‘ibukota dunia’ yakni New York. Itu juga rezeki yang tidak disangka-sangka.
Imam yang sangat dekat dengan Jusuf Kalla, Michael Bloomberg, dan Bill Clinton ini lalu menggunakan posisinya ini untuk membangun dialog demi dialog dengan berbagai kalangan. Termasuk di gedung PBB. Dan pelan-pelan masyarakat Barat mulai mengenal wajah damai Islam yang salah satu wasilahnya melalui Shamsi Ali.
Untuk mengundang Ippho Santosa dalam seminar motivasi sukses, klik www.ippho.com
Rabu, 10 Agustus 2016
Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi Kerja, Seminar Motivasi SDM
Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi Kerja, Seminar Motivasi SDM
Di suatu subuh, ibu saya bercerita ke saya, sambil meneteskan air mata. Sebenarnya dulu ia pernah berdoa agar di masa tuanya bisa sholat subuh berjamaah, bersama suaminya. Ternyata Allah menetapkan takdir yang berbeda. Sang suami (ayah saya) meninggal pada tahun 1999. Namun demikian, Allah punya cara tersendiri untuk mengabulkan doanya. Rupanya, salah satu anaknya berusaha rutin sholat subuh berjamaah dan tentunya selalu mengajak dirinya. Walaupun bercerita sambil menitikkan air mata, tapi saya tahu persis, itu adalah air mata bahagia, insya Allah.
Seminar motivasi, haruskah? Training motivasi, haruskah? Karyawan bisa beroleh motivasi dan inspirasi dari mana saja, dari siapa saja. Termasuk dari ibu kita. Itulah yang sebenarnya.
Di suatu subuh, ibu saya bercerita ke saya, sambil meneteskan air mata. Sebenarnya dulu ia pernah berdoa agar di masa tuanya bisa sholat subuh berjamaah, bersama suaminya. Ternyata Allah menetapkan takdir yang berbeda. Sang suami (ayah saya) meninggal pada tahun 1999. Namun demikian, Allah punya cara tersendiri untuk mengabulkan doanya. Rupanya, salah satu anaknya berusaha rutin sholat subuh berjamaah dan tentunya selalu mengajak dirinya. Walaupun bercerita sambil menitikkan air mata, tapi saya tahu persis, itu adalah air mata bahagia, insya Allah.
Membahagiakan orangtua terutama ibu bukan sekedar mengucapkan “Selamat Hari Ibu”. Yah boleh-boleh saja, tapi bukan itu yang utama. Sama sekali bukan itu yang utama. Bagaimana kita memuliakan dan membahagiakan mereka setiap harinya, itu jauh lebih utama. Tanyalah ibu manapun, pastilah mereka senang teramat sangat kalau anaknya nggak neko-neko, anaknya selalu perhatian, anaknya selalu sholat (bagi yang muslim), dan seumpamanya.
Ibu saya dan kakaknya ziarah ke makam ibunya (nenek saya) di Payakumbuh
Percayalah, bukan uang yang paling mereka harapkan. Bukan. Coba lihat di luar sana, betapa banyak anak yang miskin namun berhasil memuliakan dan membahagiakan ibunya, karena memang si anak ini penuh perhatian. Ia mengalokasikan waktu untuk ibunya. Makan bareng. Jalan bareng. Libur bareng. Ketika jauh, ia pun sering menelepon atau WA ibunya. Coba baca kalimat tadi baik-baik. Apa susahnya? Nggak susah kan? Nggak harus pakai uang kan? Sempatkan 10 detik untuk share artikel ini kepada teman-teman dan keluarga anda. Mengingatkan mereka.
Terhadap atasan atau orang asing, kita sering mengucapkan, “Pak, ada yang bisa saya bantu?” Pernahkah kita mengucapkan ini kepada ibu? Kalau terhadap atasan atau orang asing saja kita bisa santun, mestinya kepada ibu kita bisa lebih daripada itu. Lebih! Jangan sampai orangtua keburu meninggal dan kita menjadi anak yang menyesal. Lalu, anak kita pun ikut-ikutan lalai dan abai kepada kita, karena mereka jarang-jarang melihat contoh berbakti dari kita.
Pada akhirnya, semoga kita semua dimampukan untuk memuliakan dan membahagiakan ibu kita. Apapun profesi dan posisi kita. Mungkin karyawan, mungkin yang lainnya.
Untuk mengundang Ippho Santosa dalam in-house seminar (seminar motivasi kerja atau seminar motivasi karyawan), klik saja >> www.ippho.com
Untuk mengundang Ippho Santosa dalam in-house seminar (seminar motivasi kerja atau seminar motivasi karyawan), klik saja >> www.ippho.com
Langganan:
Postingan (Atom)





