Motivasi Kerja Keras, Seminar Motivasi Pelajar, Seminar Motivasi Sukses
4 huruf, tapi bisa melipatgandakan berkah dan hasil. Ya, cuma 4 huruf...
Apa itu? A-j-a-k.
Maksudnya? Saya kasih contoh ya:
- Bangun awal dan AJAK orang bangun awal.
- Berbagi dan AJAK orang berbagi.
- Berbakti dan AJAK orang berbakti.
- Sukses dan AJAK orang untuk sukses.
- Kerja keras dan AJAK orang untuk kerja keras.
Begini. Kita mengajak orang pada kebaikan, bukan berarti kita ini 100% orang baik-baik. Belum tentu. Ini namanya mengingatkan dalam kebaikan dan sama-sama menuju kebaikan. Jika kita mengajak diri kita dan orang lain dalam kebaikan, maka sedikit-banyak ini akan mencegah kita jatuh dalam keburukan.
Demikian pula dengan kesuksesan. Kita mengajak orang pada kesuksesan, bukan berarti kita ini orang yang sudah sukses. Belum tentu. Ini namanya saling mengingatkan, saling menyemangati, dan sama-sama menuju kesuksesan. Jika kita mengajak diri kita dan orang lain dalam kesuksesan, maka sedikit-banyak ini akan mencegah kita jatuh dalam kegagalan.
Makanya follower saya selalu mengajak teman-temannya dan saudara-saudaranya untuk ikut seminar saya. Terutama yang gratis. Adalah egois kalau kita hanya mementingkan kesuksesan kita sendiri saja. Ya, egois.
Berbagi, misalnya. Mungkin Anda cuma sanggup Rp 20 ribu. Tapi itu bisa bernilai Rp 2 juta, kalau Anda MENGAJAK 100 orang untuk ikut berbagi. Kurang-lebih yah begitu.
Sholat dhuha, misalnya. Mungkin Anda cuma sanggup 4 rakaat. Tapi itu bisa bernilai 400 rakaat, kalau Anda MENGAJAK 100 orang untuk ikut ber-dhuha. Kurang-lebih yah begitu.
Demikianlah, cuma 4 huruf, tapi bisa melipatgandakan berkah dan hasil. A-J-A-K.
Mari, ajak kenalan-kenalan kita bergabung di grup WA ini.
Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Tampilkan postingan dengan label Seminar Motivasi Karyawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seminar Motivasi Karyawan. Tampilkan semua postingan
Minggu, 18 September 2016
Motivasi Kerja Keras, Seminar Motivasi Pelajar, Seminar Motivasi Sukses
Senin, 05 September 2016
Seminar Motivasi Bisnis, Seminar Motivasi Kerja, Seminar Motivasi Karyawan
Seminar Motivasi Bisnis, Seminar Motivasi Kerja, Seminar Motivasi Karyawan
Sebagai pembicara seminar motivasi, saya sering bertanya kepada peserta.
Mana yang lebih besar? Semangatmu? Atau alasanmu? Kalau alasan yang dipilih, tentulah sudah ketebak gimana nasibmu. Gitu-gitu melulu.
Beralasan dan bermalasan itu dekat sekali dengan sikap 'menyerah'. Ujung-ujungnya, gagal dan terjungkal.
Menyerah, itu BUKAN menunjukkan besarnya HAMBATAN, tapi itu cuma menunjukkan besarnya alasan dan kemalasan.
Jangan malas. Yang nyaman belum tentu baik. Yang serba menantang juga belum tentu baik. Apa yang membuatmu bertumbuh, itu yang terbaik.
Jangan malas. Tak perlu membandingkan sukses kita dengan orang lain. Nggak akan ada habis-habisnya. Bandingkan saja dengan pencapaian kita tahun sebelumnya.
Jangan malas. Orang -orang yang percaya pada KEINDAHAN IMPIAN dan keindahan masa depannya, mana mungkin bermalasan?
Jangan malas. Sukses yang dilandasi dengan kegigihan dan kejujuran, akan lebih langgeng. Bahkan orang tersebut akan lebih dihargai daripada kesuksesan dan pencapaiannya.
Sukses dan keberuntungan berpihak pada mereka yang terus-menerus mencoba, terus-menerus belajar, dan terus-menerus beramal.
Share tulisan ini kalau Anda setuju. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
pembicara seminar terbaik, pembicara seminar terkenal
Sebagai pembicara seminar motivasi, saya sering bertanya kepada peserta.
Mana yang lebih besar? Semangatmu? Atau alasanmu? Kalau alasan yang dipilih, tentulah sudah ketebak gimana nasibmu. Gitu-gitu melulu.
Beralasan dan bermalasan itu dekat sekali dengan sikap 'menyerah'. Ujung-ujungnya, gagal dan terjungkal.
Menyerah, itu BUKAN menunjukkan besarnya HAMBATAN, tapi itu cuma menunjukkan besarnya alasan dan kemalasan.
TK Khalifah diliput oleh CNN
Jangan malas. Yang nyaman belum tentu baik. Yang serba menantang juga belum tentu baik. Apa yang membuatmu bertumbuh, itu yang terbaik.
Jangan malas. Tak perlu membandingkan sukses kita dengan orang lain. Nggak akan ada habis-habisnya. Bandingkan saja dengan pencapaian kita tahun sebelumnya.
Jangan malas. Orang -orang yang percaya pada KEINDAHAN IMPIAN dan keindahan masa depannya, mana mungkin bermalasan?
Jangan malas. Sukses yang dilandasi dengan kegigihan dan kejujuran, akan lebih langgeng. Bahkan orang tersebut akan lebih dihargai daripada kesuksesan dan pencapaiannya.
Sukses dan keberuntungan berpihak pada mereka yang terus-menerus mencoba, terus-menerus belajar, dan terus-menerus beramal.
Share tulisan ini kalau Anda setuju. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
pembicara seminar terbaik, pembicara seminar terkenal
Selasa, 30 Agustus 2016
Seminar Motivasi SDM, Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar Motivasi Korporat
Seminar Motivasi SDM, Seminar Motivasi Perusahaan, Seminar Motivasi Korporat
Di seminar motivasi, saya sering mengajak peserta untuk memiliki kehidupan yang lebih lapang dan lebih tenang. Ternyata ada rahasianya. Anda mau tahu salah satu rahasianya?
Begini. Sebelum Anda membaca tulisan ini, baiknya tarik nafas panjang dulu. Sudah?
Kalau sudah, boleh dilanjutkan.
Ketika kita masih kecil, misalnya sakit, tahukah kita ternyata orangtua berdoa, “Ya Allah, sembuhkan anakku. Pindahkan saja sakitnya padaku.” Jelas, doa ini tidak terlalu tepat. Kalau berharap sembuh, yah sembuh saja. Tak perlu berharap sakit yang berpindah segala. Namun itu menunjukkan rasa sayang dan pengorbanan orangtua kepada anaknya.
Kini, kita sudah dewasa dan misalnya orangtua sakit, seperti apa doa dan perhatian kita kepada mereka? Pastilah tidak setara dengan doa dan perhatian mereka dulu. Betul apa betul?
Bahkan sekarang pun, ketika kita sudah dewasa, sudah mandiri, dan sudah sukses, rupa-rupanya hampir semua doa yang orangtua ucapkan adalah untuk kita, anak-anaknya! Hanya sedikit saja doa yang mereka ucapkan untuk diri mereka sendiri!
Mari tingkatkan bakti kita kepada orangtua. Dengan doa. Dengan perhatian. Dengan nafkah. Dengan waktu. Dengan apa saja. Menariknya, mereka yang rajin dan rutin berbakti, diberikan kehidupan yang lebih lapang dan lebih tenang. Urusan-urusan di kantor pun jadi lebih gampang.
Buktikan saja. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Di seminar motivasi, saya sering mengajak peserta untuk memiliki kehidupan yang lebih lapang dan lebih tenang. Ternyata ada rahasianya. Anda mau tahu salah satu rahasianya?
Begini. Sebelum Anda membaca tulisan ini, baiknya tarik nafas panjang dulu. Sudah?
Kalau sudah, boleh dilanjutkan.
Ketika kita masih kecil, misalnya sakit, tahukah kita ternyata orangtua berdoa, “Ya Allah, sembuhkan anakku. Pindahkan saja sakitnya padaku.” Jelas, doa ini tidak terlalu tepat. Kalau berharap sembuh, yah sembuh saja. Tak perlu berharap sakit yang berpindah segala. Namun itu menunjukkan rasa sayang dan pengorbanan orangtua kepada anaknya.
Kini, kita sudah dewasa dan misalnya orangtua sakit, seperti apa doa dan perhatian kita kepada mereka? Pastilah tidak setara dengan doa dan perhatian mereka dulu. Betul apa betul?
Bahkan sekarang pun, ketika kita sudah dewasa, sudah mandiri, dan sudah sukses, rupa-rupanya hampir semua doa yang orangtua ucapkan adalah untuk kita, anak-anaknya! Hanya sedikit saja doa yang mereka ucapkan untuk diri mereka sendiri!
Mari tingkatkan bakti kita kepada orangtua. Dengan doa. Dengan perhatian. Dengan nafkah. Dengan waktu. Dengan apa saja. Menariknya, mereka yang rajin dan rutin berbakti, diberikan kehidupan yang lebih lapang dan lebih tenang. Urusan-urusan di kantor pun jadi lebih gampang.
Buktikan saja. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM
Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Pegawai, Seminar Motivasi SDM
Orang yang dominan otak kirinya akan berpikir panjang untuk sedekah. Mikir ini-itu. Setelah sedekah pun, kepikiran. Hehehe.
Ternyata ada satu hikmah tersirat dari sedekah terkait dengan otak kanan. Apa itu? Begini:
- Sedekah berasal dari kata shodaqoh.
- Shodaqoh artinya benar.
- Benar, Bahasa Inggris-nya adalah right.
- Makna lain dari right adalah kanan.
- Kalaulah boleh dikait-kaitkan, maka sedekah itu otak kanan. Hehehe, maksa!
Hikmahnya, sedekah akan lebih mudah untuk dilakukan dengan pendekatan otak kanan. Nggak terlalu mikir.
Barangkali Anda mengerutkan kening pertanda kurang setuju, tapi pada kenyataannya yah seperti itu. Hehehe.
Setuju apa nggak, yang penting Anda tetap sedekah. Ocre? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Orang yang dominan otak kirinya akan berpikir panjang untuk sedekah. Mikir ini-itu. Setelah sedekah pun, kepikiran. Hehehe.
Ternyata ada satu hikmah tersirat dari sedekah terkait dengan otak kanan. Apa itu? Begini:
- Sedekah berasal dari kata shodaqoh.
- Shodaqoh artinya benar.
- Benar, Bahasa Inggris-nya adalah right.
- Makna lain dari right adalah kanan.
- Kalaulah boleh dikait-kaitkan, maka sedekah itu otak kanan. Hehehe, maksa!
Hikmahnya, sedekah akan lebih mudah untuk dilakukan dengan pendekatan otak kanan. Nggak terlalu mikir.
Barangkali Anda mengerutkan kening pertanda kurang setuju, tapi pada kenyataannya yah seperti itu. Hehehe.
Setuju apa nggak, yang penting Anda tetap sedekah. Ocre? Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Seminar motivasi Kerja, Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Perusahaan
Seminar motivasi Kerja, Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Perusahaan
Setiap orang memiliki wawasan dan pemahaman yang berbeda. Di sebuah seminar motivasi, seorang peserta bertanya, "Perlukah bisnis dikait-kaitkan dengan agama?" Sebagai motivator, saya berusaha menjawab.
Setiap orang memiliki wawasan dan pemahaman yang berbeda. Di sebuah seminar motivasi, seorang peserta bertanya, "Perlukah bisnis dikait-kaitkan dengan agama?" Sebagai motivator, saya berusaha menjawab.
Ada pula yang nyerocos, “Ini urusan bisnis, Mas. Ini urusan politik, Bung. Jangan bawa-bawa agama deh.” Nih orang, mulut dan akalnya sama-sama konslet, hehehe. Justru dalam segala aspek, yah agama mesti dibawa serta. Be spiritual!
Dalam hidup ini, tak ada satupun aspek yang terlepas dari tinjauan dan fatwa agama. Termasuk hubungan intim suami-istri sekalipun. Kebayang kalau jalanin bisnis dan politik tanpa mengindahkan rambu-rambu agama?
Wong sudah diwanti-wanti sama agama saja, kadang kita masih ngawur dan ngelantur! Apalagi kalau nggak ‘bawa-bawa agama’. Apa pendapat Anda?
Untuk mengundang Ippho Santosa sebagai motivator dalam seminar motivasi diri, seminar motivasi kerja, atau training motivasi diri, silakan SMS 0812-704-9090.
Untuk mengundang Ippho Santosa sebagai motivator dalam seminar motivasi diri, seminar motivasi kerja, atau training motivasi diri, silakan SMS 0812-704-9090.
Langganan:
Postingan (Atom)




